Minggu, 26 Februari 2012

artikel penculikan usia dini

Waspada Penculikan Anak & Memberi Pembekalan Dini Pada Anak

Kita kadang-kadang merasa was-was ketika ada isu tentang adanya penculikan anak. Baik itu beritanya dari mulut ke mulut, media cetak atau pun media Televisi. Kita sebagai orang tua yang tentunya sayang sekali sama buah hati kita terkadang lepas kontrol dengan adanya isu tersebut, sehingga perlakuan kita terhadap anak kita tidak wajar kalau kita pikir-pikir, baik itu kita terlalu mengekang atas prilaku anak sehari-hari ataupun sering memarahi anak kita bila pulang sekolah tidak pada jamnya “tanpa ada alasan apapun”.
Saya juga pernah mengalami hal seperti itu, memperlakukan anak saya seperti diatas tatkala isu penculikan itu santer disekeliling saya. Perlu kiranya saya berbagi tips tentang hal tersebut diatas,  nih.. simak ya…
Terus berhati-hatilah dalam menjaga buah hati anda dari incaran orang-orang jahat yang siap mangambil alih anak anda untuk dimintai tebusan atau dijual kembali kepada pihak lain. Para penculik terus mengembangkan teknik penculikan mereka sehingga kita pun sebagai orang tua terus dibuat was-was.
Berikut ini adalah beberapa modus operandi tukang culik dalam menjalankan aksi penculikannya terhadap anggota keluarga kita :
1. Berpura-pura sebagai pembantu atau tamu.
2. Mengajak anak jalan-jalan dengan iming-iming.
3. Menjemput anak di sekolah pura-pura sebagai saudara.
4. Menyekap paksa anak di dalam mobil / rumah.
5. Masuk diam-diam ke dalam rumah seperti maling.
6. Dibawa orang ketika terpisah di keramaian.
7. Ditipu orang lewat telepon diarahkan ke tempat tertentu.
dan masih banyak lagi modus lainnya.
Untuk meminimalisir resiko anak diculik maka kita harus selalu waspada dan juga memberikan pemahaman sejak dini pada anak agar bisa membedakan orang baik dan orang jahat serta tahu identitas diri serta alamat rumah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar